Kamis, 18 Oktober 2012

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK INVENTARISASI DATA AIR TANAH DAN PERTAMBANGAN UMUM DI JAWA TIMUR

Potensi Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur memerlukan pengelolaan yang berkesinambungan. Sistem Informasi Geografis (SIG) menampilkan data spasial dan menampilkan atribut yang ada didalamnya. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi data Air Tanah dan Pertambangan Umum di daerah Jawa Timur secara praktis dan sistematis. Pengembangan SIG sekarang sudah mengarah ke dunia maya yaitu Web SIG. Dengan mengggunakan metode penyusunan database dan pembuatan WEB SIG itu sendiri Serta menggunakan data Air Tanah dan Pertambangan Umum akan memberikan informasi dan menginventarisasikan data tersebut kepada masyarakat secara luas. Hasil Inventarisasi Data Air Tanah dan Pertambangan Umum di Jawa Timur terdapat Potensi Bahan Galian yang hampir sama di 18 Kabupaten di Jawa Timur,dimana potensi terbanyak terdapat di Kabupaten Pacitan dan Kabupaten yang memiliki paling sedikit potensi terdapat di Kabupaten Madiun, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang. Kemudian Potensi Cekungan Air Tanah (CAT) terdapat di 17 Kabupaten di Jawa Timur,yang mana di Kabupaten tersebut memiliki jumlah potensi CAT yang hampir sama yaitu sekitar 2 sampai 3 Potensi CAT dan hanya satuKabupaten yang hanya memiliki 1 Potensi CAT yaitu Kabupaten

Sumber : http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-35001120000232/19531

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SUMBER DAYA ALAM INDONESIA BERBASIS WEB

Sistem informasi geografis merupakan teknologi untuk mengelola, menganalisis dan menyebarkan informasi geografis yang berkaitan dengan tata letak keruangan dan informasi-informasi yang terkait. Berkaitan dengan sumber daya alam, maka informasi geografis akan berisi mengenai lokasi suatu daerah, dan informasi mengenai sumber daya alam yang terkandung pada daerah tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi kapan saja pada alam berkaitan dengan penambahan atau pengurangan data akan dapat dilakukan secara uptodate tanpa harus membuat baru. Dalam membangun sistem informasi geografis sumber daya alam indonesia indonesia ini menggunakan mapserver sebagai server pemetaan dan script php sebagai bahasa pemrograman web dalam membangun halaman web. Penelitian dilakukan melalui empat tahap yaitu Persiapan, Perancangan, Implementasi, dan tahap Uji coba. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem informasi geografis yang menampilkan peta digital dapat disimpan dalam bentuk shape file yang dapat dibuat menggunakan salah satu perangkat lunak sistem nformasi berbasis desktop yaitu ArcView. Selain itu, Sistem infomasi geografis sumber daya alam dapat dijadikan sebagai salah satu sumber inforasi mengenai sebaran sumber daya alam indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat luas baik dari dalam maupun luar negeri.

Sumber : http://journal.uad.ac.id/index.php/JIFO/article/view/291

Penerapan Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola data dan informasi keruangan. SIG memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari pengambilan data di lapangan menggunakan Global Positioning System (GPS), input data ke komputer, analisa dengan software, keluaran berupa model peta, 3D display, SIG berbasis web, dan sebagainya.
Sekarang ini, aplikasi SIG tidak hanya menjadi domain sektor-sektor yang berhubungan dengan lahan saja (seperti militer, pertambangan, kehutanan, perkebunan dan pertanian),  tapi juga sudah secara luas digunakan untuk kesehatan, perdagangan, distribusi, jaringan, dan bisnis.
Banyak instansi pemerintah dan perusahaan sudah mulai menganggap penting atau bahkan sudah menggunakan SIG. Mengembangkan SIG, sebagaimana sistem-sistem lainnya, tentu saja harus dibarengi dengan strategi yang tepat agar pengembangannya tidak salah arah.
Banyak sekali pengembangan sistem informasi yang gagal karena berorientasi kepada output. Tidak ada mekanisme updating atau desain ulang sistem serta terkuncinya kode sumber (source code) adalah penyebab gagalnya pengembangan sistem informasi.
Tidak terkecuali SIG, sering sekali pengembangannya diarahkan untuk menghasilkan peta yang besar, menghasilkan CD/DVD interaktif, SIG berbasis web seperti GoogleEarth, dan display tiga dimensi. Pola pikir tersebut keliru karena orientasinya adalah output tanpa menekankan bagaimana proses di dalam sistem berjalan dengan baik.

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK FASILITAS PENDIDIKAN BERBASIS ANDROID DI KABUPATEN TOJO UNA UNA PROVINSI SULAWESI TENGAH

Sistem Informasi Geografi adalah sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu perencanaan. Dengan menggunakan SIG maka diharapkan akan lebih memudahkan dalam pengambil keputusan untuk mengetahui fasilitas pendidikan yang ada di kota Kabupaten Tojo una-una. Karena dengan adanya SIG maka akan digambarkan letak lokasi fasilitas pendidikan pada kondisi sesungguhnya. Pada proyek akhir ini, saya membuat suatu Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Android untuk Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Tojo una una. Dari sini nantinya akan didapatkan suatu informasi dan visualisasi yang dapat digunakan sebagai referensi untuk para pengguna android terutama yang ingin melakukan pencarian lokasi fasilitas pendidikan terdekat yang ada di Kabupaten Tojo una-una. Dari informasi yang didapatkan nantinya diharapkan dapat memberikan informasi tentang fasilitas pendidikan yang sesuai yang ada di Kabupaten Tojo una-una. Kata kunci : SIG, sistem informasi geografis, fasilitas pendidikan, android.

sumber : http://www.eepis-its.edu/id/ta/1867/Sistem-Informasi-Geografis-Untuk-Fasilitas-Pendidikan-Berbasis-Android-Di-Kabupaten-Tojo-Una-Una-Provinsi-Sulawesi-Tengah

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) BERBASIS DATA RASTER UNTUK PENGKELASAN KEMAMPUAN LAHAN DI PROVINSI BALI DENGAN METODE NILAI PIKSEL PEMBEDA


 


Penggunaan teknologi seperti SIG sangat baik untuk mengelompokkan data keruangan lahan berdasarkan faktor potensi dan penghambat penggunaannya. Dengan mengimprovisasi metode tumpang susun diharapkan mampu mempercepat proses studi tentang pengkelasan kemampuan lahan. Tujuan penelitian ini adalah pengaplikasian SIG berbasis data raster untuk memetakan kelas kemampuan lahan di Provinsi Bali dengan menggunakan metode ”nilai piksel pembeda”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SIG dapat memperlihatkan sebaran kelas kemampuan lahan yang heterogen dan kompleks sehingga memperjelas informasi lahan pada satuan unit lahan yang sempit. Selain itu penggunaan metode ini juga membantu mempercepat prosestumpang susun dan query data. Kelas kemampuan lahan di Provinsi Bali dapat dikelompokkan menjadi 8 kelas, dari kelas I sampai kelas VIII. Sebaran kelas kemampuan lahannya didominasi oleh lahan dengan kelas VI, VII dan VIII yaitu seluas 50,7% dari luas Provinsi Bali. Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem berturut-turut merupakan daerah-daerah terluas yang memiliki kemampuan lahan kelas VIII. Daerah-daerah tersebut harus lebih instensif dalam menjaga lahan-lahan berkelas VIII agar tidak beralih fungsi dari lahan hutan menjadi lahan non hutan.
Kata kunci: SIG, data raster, kemampuan lahan, nilai piksel pembeda

http://mbojo.files.wordpress.com/2012/08/peta-kemampuan-lahan-bali.png
sumber : http://mbojo.wordpress.com/2012/08/02/aplikasi-sistem-informasi-geografi-sig-berbasis-data-raster-untuk-pengkelasan-kemampuan-lahan-di-provinsi-bali-dengan-metode-nilai-piksel-pembeda/

Geographic Information System (GIS)

 Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.

Senin, 01 Oktober 2012

Aplikasi SIG untuk Sistem Kelistrikan

Secara umum, dalam bidang kelistrikan aplikasi SIG dapat digunakan untuk manajemen inventarisasi jaringan listrik, perencanaan jaringan tahun berikutnya, misalnya penentuan letak Gardu listrik, rute jaringan yang optimal, sampai pada penentuan lokasi kantor pelayanan pelanggan.
Teknologi SIG dalam bidang kelistrikan diterapkan untuk memetakan daerah/ lokasi pelanggan, asset jaringan, dan semua informasi yang terkait dengan pelanggan dan asset jaringan tersebut. Dan dalam perkembangannya, data – data ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pembangunan dan implementasi infrastruktur ketenagalistrikan.Agar kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik sebagaimana mestinya maka data yang dipergunakan harus memadai dalam arti lengkap, mutakhir, akurat dan dapat ditelusuri setiap perubahan yang terjadi ( di updating data setiap setiap terjadi perubahan ).Pada dasarnya data merupakan asset perusahaan yang sangat berharga, karenanya harus diperlakukan dengan cermat seperti kelaziman memberlakukan sumber daya perusahaan lainnya seperti uang dan material. Untuk menjamin bahwa data yang dipergunakan pada kegiatan ini memenuhi persyaratan standar, perlu disiapkan pedoman serta petunjuk yang jelas tentang bagaimana data yang dibentuk/bagaimana perubahan dilakukan serta bagaimana mengkoreksi kesalahan yang terjadi pada saat data dibentuk.Selain yang sudah disebutkan di atas, penerapan SIG dalam bidang kelistrikan dimaksudkan untuk:a) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja yang ditunjang oleh data yang akurat, yang bukan saja merupakan data teks, tetapi juga didukung dengan data keruangan (spasial)b) Meningkatkan kecepatan dalam hal pengambilan keputusan. c) Meningkatkan monitoring khususnya dalam hal informasi jaringan kelistrikan yang sedang berjalan. Misalnya penambahan/pengurangan asset, serta monitoring terhadap perpindahan lokasi asset.
d) Tujuan akhir dari semua di atas adalah untuk meningkatkan pelayananan pelanggan.

Sumber : http://adingresik.blogspot.com/2007/09/aplikasi-sig-untuk-sistem-kelistrikan.html